- Pengertian Islam
Islam
secara Etimologi (bahasa) berarti
tunduk, patuh, atau berserah diri. Adapun menurut terminologi (istilah syari’at), apabila di mutlakan berada pada dua
pengrtian :
Pertama : Apabila di sebutkan sendiri tanpa
diiringi dengan kata iman, maka pengertian islam mencakup seluruh agama, baik ushul (pokok) maupun furu’ (cabang), juga seluruh ‘akidah,
ibadah, keyakinan, perkataan dan perbuatan. Jadi pengertian ini menunjukan
bahwa Islam adalah mengakui dengan lisan, meyakini dengan hati dan berserah
diri kepada Allah SWT atas semua yang telah di tentukan dan ditakdirkan,
sebagaimna firman Allah SWT tentang nabi Ibrahim Saw, yang artinya: “(ingatlah) ketika Rabb-nya
berfirman kepadanya (ibrahim), ‘berserahdirilah’ Dia menjawab : ‘aku berserah
diri kepada Rabb seluruh alam,’” (QS.Al-Baqarah:131)
Allah SWT juga berfirman dalam QS Ali Imran: 19 yang artinya : “sesungguhnya agama di sisi Allah ialah agama Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian diantara mereka. Barang siapa yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perahitungan-Nya.” (QS Ali Imran:19)
Allah SWT juga berfirman dalam QS Ali Imran: 19 yang artinya : “sesungguhnya agama di sisi Allah ialah agama Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian diantara mereka. Barang siapa yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perahitungan-Nya.” (QS Ali Imran:19)
Menurut Syaikh Al-Imam Muhamad bin’
Abdul Wahhab definisi Islam adalah: “Berserah diri kepada Allah dengan
mentauhidkan-Nya, tunduk dan patuh kepadan-Nya dengan ketaatan, dan berlepas
diri dari perbuatan syirik dabn para pelakunya.”
Kedua : Apabila kata islam
disebutkan bersamaan dengan kata Iman, maka yang dimaksud Islam adalah
perkataan dan amal-amal lahiriyah yang denganya terjaga diri dan hartanaya,
baik dia meyakini Islam atau tidak. Sedangkan kata iman berlainan dengan hati.
Jadi setiap mukmin adalah Muslim, karena dia adalah orang yang mewujudkan iman
yang kuat dalam hatinya dan melaksanakan islam. Tetapi tidak setiap Muslim
Dalah Mukmin, karena erkadng imannya masih lemah dan ia belum mewujudkannya
dengan amal-amal anggota badan secar sepurna.
Sebagaimna
dalam firman Allah dalam surat Al-Hujuraat:14 yang artinya:
“orang-orang
Arab Badui berkata,’kami telah beriman.’ Katakanlah (kepada mereka), ‘kamu
belum beriman, tetapi katakanlah,’kami telah (tunduk),’ karena iman belum masuk
kedala hatimu. Dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akn
mengurang sedikit pun (pahala) amalmu. Sungguh, Allah Maha pengampun, Maha Penyayang.’
Tidak
diragukan lagi bahwa perinsip dasar islam yang wajib diketahui dan diamalkan
oleh setiap muslim ada tiga, yaitu:
1. Mengenal Allah
2. Mengenal agama islam dan Dalil-dalilnya
3. Mengenal Nabi-nabi-Nya, Muhamad SAW
Mengenal agama Islam adalah landasan yang
kedua dari perinsip agama ini dan
padanya terdapat tiga tingkatan, yaitu islam, Iman dan Ihsan. Setiap tingkatan mempunyai rukun sebagai berikut :
·
Tingkatan Pertama: Islam
Islam memiliki lima rukun, yaitu:
1. Bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar
melainnyak hanya Allah, dan bersaksi bahwa Nabu Muhamad SAW adalah utusan
Allah.
2. Menegakan Shalat.
3. Membayar zakat.
4. Puasa di bulan Ramadhan.
5. Menunaikan haji ke Baitullah bagi yang
mampu menuju kesana.
·
Tingkatan Kedua: Imam
Definisi
iman menurut Ahli sunnah mencakup perkataan dan perbuatan, yaitu meyakini
dengan hati, mengikrarkan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota badan,
dapat bertambah dengan ketaatan dan dapat berkurang dengan sebab perbuatan dosa
dan maksiat.
Rukun iman ada enam yaitu:
a. Iman Kepada Allah.
b. Iman kepada Malaikat-Malaikat-Nya.
c. Iman
kepada Kitab-Kitab-Nya.
d. Iman kepada Rasul-Rasul-Nya.
e. Iman Kepada hari Akhir.
f. Iman kepada takdir yang baik dan buruk.
·
Tingkatan Ketiga : ihsan
Ihsan memilikinsatu rukun, yaitu engkau beribadah kepada Allah
seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya, maka
sesungguhnya Dia melihatmu. Jadi makna Ihsan adalah memperbaiki amal dan
menekuninya, serta mengikhlaskannya. Sedangkan menurut syari’at ihsan adalah ikhlas
dan penuh perhatian. Artinya, sepenuhnya ikhlas untuk beribadah hanya kepada
Allah dengan penuh perhatian, sehingga seolah-olah engkau melihat-Nya.jika
tidak mampu ,maka ingatlah bahwa Allah senatiasa melihat dirimu dan mengetahui apapun yang ada pada dirimu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar