Translate


Breaking News

Jumat, 17 Oktober 2014

Pengertian Islam Dan Tingkatnya

  1.    Pengertian Islam
Islam secara Etimologi (bahasa) berarti tunduk, patuh, atau berserah diri. Adapun menurut terminologi (istilah syari’at), apabila di mutlakan berada pada dua pengrtian :
Pertama : Apabila di sebutkan sendiri tanpa diiringi dengan kata iman, maka pengertian islam mencakup seluruh agama, baik ushul (pokok) maupun furu’ (cabang), juga seluruh ‘akidah, ibadah, keyakinan, perkataan dan perbuatan. Jadi pengertian ini menunjukan bahwa Islam adalah mengakui dengan lisan, meyakini dengan hati dan berserah diri kepada Allah SWT atas semua yang telah di tentukan dan ditakdirkan, sebagaimna firman Allah SWT tentang nabi Ibrahim Saw,  yang artinya: “(ingatlah) ketika Rabb-nya berfirman kepadanya (ibrahim), ‘berserahdirilah’ Dia menjawab : ‘aku berserah diri kepada Rabb seluruh alam,’” (QS.Al-Baqarah:131)

Allah SWT juga berfirman dalam QS Ali Imran: 19 yang artinya : “sesungguhnya agama di sisi Allah ialah agama Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian diantara mereka. Barang siapa yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perahitungan-Nya.” (QS Ali Imran:19)

            Menurut Syaikh Al-Imam Muhamad bin’ Abdul Wahhab definisi Islam adalah: “Berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya, tunduk dan patuh kepadan-Nya dengan ketaatan, dan berlepas diri dari perbuatan syirik dabn para pelakunya.”

            Kedua : Apabila kata islam disebutkan bersamaan dengan kata Iman, maka yang dimaksud Islam adalah perkataan dan amal-amal lahiriyah yang denganya terjaga diri dan hartanaya, baik dia meyakini Islam atau tidak. Sedangkan kata iman berlainan dengan hati. Jadi setiap mukmin adalah Muslim, karena dia adalah orang yang mewujudkan iman yang kuat dalam hatinya dan melaksanakan islam. Tetapi tidak setiap Muslim Dalah Mukmin, karena erkadng imannya masih lemah dan ia belum mewujudkannya dengan amal-amal anggota badan secar sepurna.

Sebagaimna dalam firman Allah dalam surat Al-Hujuraat:14 yang artinya:
“orang-orang Arab Badui berkata,’kami telah beriman.’ Katakanlah (kepada mereka), ‘kamu belum beriman, tetapi katakanlah,’kami telah (tunduk),’ karena iman belum masuk kedala hatimu. Dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akn mengurang sedikit pun (pahala) amalmu. Sungguh, Allah  Maha pengampun, Maha Penyayang.’

     2.  Tingkatan Dalam Islam
Tidak diragukan lagi bahwa perinsip dasar islam yang wajib diketahui dan diamalkan oleh setiap muslim ada tiga, yaitu:
1.     Mengenal Allah
2.    Mengenal agama islam dan Dalil-dalilnya
3.    Mengenal Nabi-nabi-Nya, Muhamad SAW
Mengenal agama Islam adalah landasan yang kedua dari perinsip agama ini  dan padanya terdapat tiga tingkatan, yaitu islam, Iman dan Ihsan. Setiap  tingkatan mempunyai rukun sebagai berikut :
·         Tingkatan Pertama: Islam
Islam memiliki lima rukun, yaitu:
1.     Bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainnyak hanya Allah, dan bersaksi bahwa Nabu Muhamad SAW adalah utusan Allah.
2.    Menegakan Shalat.
3.    Membayar zakat.
4.    Puasa di bulan Ramadhan.
5.    Menunaikan haji ke Baitullah bagi yang mampu menuju kesana.
·         Tingkatan Kedua: Imam
Definisi iman menurut Ahli sunnah mencakup perkataan dan perbuatan, yaitu meyakini dengan hati, mengikrarkan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota badan, dapat bertambah dengan ketaatan dan dapat berkurang dengan sebab perbuatan dosa dan maksiat.
Rukun iman ada enam  yaitu:
a.    Iman Kepada Allah.
b.    Iman kepada Malaikat-Malaikat-Nya.
c.    Iman  kepada Kitab-Kitab-Nya.
d.    Iman kepada Rasul-Rasul-Nya.
e.    Iman Kepada hari Akhir.
f.    Iman kepada takdir yang baik dan buruk.
·         Tingkatan Ketiga : ihsan
Ihsan memilikinsatu rukun, yaitu engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu. Jadi makna Ihsan adalah memperbaiki amal dan menekuninya, serta mengikhlaskannya. Sedangkan menurut syari’at ihsan adalah ikhlas dan penuh perhatian. Artinya, sepenuhnya ikhlas untuk beribadah hanya kepada Allah dengan penuh perhatian, sehingga seolah-olah engkau melihat-Nya.jika tidak mampu ,maka ingatlah bahwa Allah senatiasa melihat dirimu  dan mengetahui apapun yang ada pada dirimu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By